Cek rekomendasi buku self help yang pas buat para ibu bekerja sebagai bahan bacaan tahun ini. Nomor 1 wajib baca, karena termasuk yang paling populer.
Kalau kemarin sempat ngobrolin buku bertema mengasuh anak Di Sinisekarang saatnya ngobrolin buku bertema membantu diri sendiridengan bahasan yang lebih umum, nggak melulu soal anak, tapi soal pengembangan diri. Menurut saya, topik ini akan selalu menarik untuk dibaca, saya pribadi sangat suka belajar melihat pandangan tentang cinta diri, hidup dalam tujuandari sesama perempuan. Rasanya, tuh, seperti merasa punya teman yang mengerti banget keseharian kita dan mendukung kita untuk tetap menjadi diri sendiri, hanya dalam versi terbaik yang bisa kita ciptakan. Ya, kitalah yang bisa mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.Bukan hanya secara fisik, ya, tapi juga secara emosional.
Hari gini, sih, menurut saya udah bukan lagi saatnya untuk kita bertanya-tanya sama diri sendiri, “Pingin banget baca buku, tapi takut nggak sempat!”, seperti kalimat saya sebelumnya, kita sendiri, kok, yang menentukan bakalan sempat baca atau enggak. Kita bisa pilih media bacaan yang paling nyaman buat sehari-hari, dari buku fisik, e-reader (Kindle, Kobo, Onyx Boox, dsb), bahkan audio book yang bisa kita dengar selama bepergian dari satu tempat ke tempat lain, terutama untuk para ibu bekerja, sebelum memulai hari di kantor atau sebelum sampai di rumah, melanjutkan kewajibannya. Yuk, bisa, yuk, lebih banyak paparin diri dengan bacaan di tahun ini.
1. Percakapan Tentang Cinta
Ditulis oleh Natasha Lunn
Tebal buku: 296 halaman
Bukankah kita semua berpikir kalau kita sudah paham betul apa itu cinta? Yang selama ini kita abaikan adalah bagaimana orang memahami cinta secara berbeda-beda. Dari percapakan antara penulis dengan berbagai narasumbernya, kita diajak untuk menyelami makna “cinta” dari berbagai sudut pandang. Pembaca jadi menemukan dunia yang lebih luas di mana cinta itu ada. Bukan hanya antara pasangan laki-laki dan perempuan, tapi cinta dibahas juga lewat persahabatan, hubungan orang tua dan anak, hubungan antara saudara, bahkan antara seseorang dengan orang lain yang sudah meninggal. Buku ini banyak mengajarkan empati karena membahas tentang kehilangan, yang justru memperkaya pengalaman seseorang akan cinta dan kesetiaan.
2. Failosophy: Buku Pegangan Saat Terjadi Kesalahan

Ditulis oleh Elizabeth Day
Tebal buku: 148 halaman
Deskripsi: Buku ini berisi panduan saat segala sesuai berjalan “salah” (tidak sesuai harapan). Elizabeth Day mengumpulkan semua pelajaran yang telah ia pelajari dari kehidupannya sendiri dan dari percakapan dengan para tamu siniar-nya. Dari Malcolm Gladwell, Phoebe Waller-Bridge, Andrew Scott sampai Haemin Sunim, dan masih banyak lagi, yang membuat kita jadi bisa melihat sisi lain dari kegagalan yang kita alami. Buku ini cukup tipis dan bacanya nggak perlu dalam sekali duduk. Bisa untuk dikonsumsi harian, sehari satu bab. Kalau yang tipe pembaca cepat seperti saya, sih, sehari juga bisa kelar, saking tipisnya.
3. Ucapkan Kebenaran Anda: Terhubung dengan Kebenaran Batin Anda dan Belajar Menemukan Suara Anda
Ditulis oleh Fearne Cotton
Tebal buku: 149 halaman
Buku ini membahas tuntas tentang THE TRUTH atau kebenaran dalam diri, dari kebutuhan, ketidaksukaan, preferensi, sampai perasaan yang memang kalau dipendam itu berbahaya sekali buat diri sendiri. Kecenderungan kita untuk tidak mengungkapkan pendapat salah satunya bisa terlihat ketika kita “iya-iya aja” sama orang lain, padahal sebenarnya kita nggak sependapat. Ada juga bahasan soal kemandirian emosional. Penulis juga mengingatkan, bahwa mengungkapkan sesuatu dengan jujur tidak berarti harus dengan berteriak. Sebaliknya, kita dapat dengan tenang menggunakan kata-kata kita untuk mengangkat kebutuhan kita sendiri atau kebutuhan orang lain jika kita ingin membuat sebuah perubahan. Duh, saya fans berat Fearne Cotton, perempuan asal Inggris yang baru-baru ini ngobrol bareng Kate Winslet di podcast-nya. Cus, tonton cuplikannya di sini!
4. Bekerja Keras, Hampir Tidak Bekerja

Ditulis oleh Grace Beverley
Tebal buku: 224 halaman
Buku ini ditulis oleh Grace Beverley, seorang pengusaha yang menyebut dirinya sebagai ‘gila kerja yang malas‘. Sebagai seorang yang masih produktif, kita pasti sering mengalami tekanan saat harus “standby” di pekerjaan 24/7, sementara kita juga tahu betul pentingnya untuk bisa menetapkan batasan dan memiliki waktu untuk merusak dari pekerjaan. Namun kenyataannya—terutama bagi wanita dan ibu—, seolah-olah kita jadi harus memilih antara sukses atau tetap waras. Terlebih di dunia kerja yang kompleks saat ini, di mana hobi dapat menjadi sumber penghasilan dan media sosial kita gunakan untuk melihat diri kita sendiri dan orang lain, sehingga menjalani keduanya dengan seimbang makin tampak mustahil. Buku ini menawarkan sudut pandang baru tentang cara menciptakan keseimbangan buat diri kita sendiri dan tetap produktif serta puas akan apa yang kita jalani sehari-hari.
5. The Mountain Is You: Mengubah Sabotase Diri Menjadi Penguasaan Diri
Ditulis oleh Brianna Wiest
Tebal buku: 241 halaman
Brianna Wiest ini salah satu penulis favorit saya, karena setiap baca bukunya, perjalanan membaca yang saya rasakan selalu menyenangkan. Awalnya pembaca diberikan pengertian tentang hal-hal apa saja yang selama ini mengisi pikiran kita dan seringkali tidak kita sadari ternyata merupakan bagian dari menyabotase diri sendiri. Lalu, kita akan diantar ke cara untuk membangun cerdas emosional, sampai bagaimana melepaskan masa laluhingga pada akhirnya bisa melewati “gunung”.
Baca juga: 10 Rekomendasi Buku Parenting dan Keluarga yang Bikin Lebih Paham Jadi Orang Tua
6. Anda Bisa Memiliki Semuanya, Hanya saja Tidak Pada Saat yang Sama

Ditulis oleh Romi Neustadt
Tebal buku: 224 halaman
Relate banget buat para ibu bekerja. Pembahasan cukup dalam dan detil, dari cara mengetahui nilai diri (Yakita bahkan harus tahu tarif per jam kita berapa dalam hal profesionalisme), cara mengatur waktu (menentukan mana yang bisa ditunda, mana yang mendesak), cara membangun kebiasaan (bukan soal “berapa lama waktu yang dibutuhkan” untuk menciptakan sebuah kebiasaan, tapi lebih ke kemampuan kita untuk hadir, melakukannya, dan membuat kemajuan), dan masih banyak lagi.
7. Sesuai Tujuan: Panduan Wanita Sibuk Menuju Kehidupan yang Luar Biasa Penuh Makna dan Kesuksesan

Ditulis oleh Tanya Dalton
Tebal buku: 224 halaman
Buku ini mengingatkan bahwa kita sebagai perempuan (dan ibu) sebetulnya mampu membuat hidup kita menjadi lebih berarti, bermakna, dan bertujuan. Bila ada kemauan, kita selalu punya kesempatan untuk tetap menjadi diri sendiri, hanya saja, dalam versi terbaik. Hal ini dikemukakan oleh penulis lewat tiga tahapan, yakni: Reflection (cara kita berpikir; bagaimana kita menghabiskan waktu; saat kita memilih untuk melakukan sesuatu), Projection (apa yang bisa kita pelajari untuk bergerak ke masa depan? Apa yang bakal jadi pilihan kita?), dan Action (bagaimana kita menjalani pilihan kita, bagaimana kita menginvestasikan diri, lewat usaha, kemampuan menyesuaikan diri dan tentunya bukan dari seberapa besar aksi kita tapi lewat langkah-langkah kecil yang kita ambil setiap harinya).
8. Kehidupan Anda yang Terisi Penuh: Pendekatan yang Sangat Sederhana untuk Memiliki Energi Tanpa Akhir dan Mengisi Setiap Hari dengan Yay

Ditulis oleh Meaghan B. Murphy
Tebal buku: 256 halaman
Buku ini ditulis oleh seorang ibu, penulis dan editor majalah, sekaligus seorang pelatih kebugaran. Membahas berbagai aspek utama kehidupan dan bagaimana me-menjaga supaya kita nggak selalu dalam mode baterai lemah. Bahasannya cukup dalam dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami.
9. Going Offline: Menemukan Jati Diri di Dunia Penuh Distraksi

Ditulis oleh Desi Anwar
Tebal buku: 260 halaman
Kumpulan kisah yang cukup “menampar” kita yang sedang menikmati kesibukan, khususnya di dunia online. Namun, buat saya, buku ini sebetulnya merupakan ajakan agar bisa lebih sadar dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Siap-siap merasa kurang relate, kalau sampai sekarang ini kita masih menikmati kehidupan yang serba kejar-kejaran dengan waktu. Tapi kalau sudah sadar ingin lebih menikmati setiap waktu yang dilewati, buku ini akan sangat menginspirasi Anda.
10. Menemukan Elemen Anda: Cara Menemukan Bakat dan Gairah Anda serta Mengubah Hidup Anda

Ditulis oleh Ken Robinson, Lou Aronica
Tebal buku: 288 halaman
Buku ini adalah deskripsi mendalam atas kalimat yang sering dipakai orang-orang: “Dalam Elemenku”. Jadi, ya, isinya benar-benar mempelajari apa itu elemen (gairah; apa yang kamu sukai; apa yang membuat Anda gembira; apa yang memberi Anda energi; hal-hal yang menurut Anda layak untuk dihabiskan), menarik banget, kan? Buat orang yang mungkin merasa sudah ketemu sama elemen-nya, buku ini akan tetap cocok, sih, buat dibaca, karena yang dibahas bukan hanya bagaimana menemukan gairah tapi juga bagaimana menjaga passion itu sendiri. Sudah ketemu? Bagus! Habis itu, apa? Jika digali lebih dalam lagi, kita bakalan bisa menemukan tujuan hidup kita.
Kira-kira, mana yang mau dibaca duluan? Saran saya, sih, kalau bisa, baca semuanya!
Gambar oleh Freepik
[matched_content]
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
Berita
Berita Terbaru
Berita Kilat
RuangJP
Pemilu
Berita Terbaru
Prediksi Bola
Teknologi
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terbaru
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
slot utama
Berita Terbaru
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Kumpulan Anime