Sedang mencari beasiswa S2 atau S3? Berikut 7 beasiswa luar negeri untuk perempuan, ibu rumah tangga, dan orang tua bekerja, lengkap dengan benefit dan pendanaannya.
Meski sibuk mengurus keluarga atau bekerja, peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) tetap terbuka melalui berbagai program beasiswa.
Melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) atau doktoral (S3) sering kali dianggap sulit bagi Mommies yang sudah berkeluarga. Padatnya aktivitas sehari-hari, keterbatasan waktu, hingga pertimbangan biaya kerap menjadi tantangan yang membuat banyak orang mengurungkan niat untuk melanjutkan studi.
Meski begitu, percayalah, jika ada kemauan pasti ada jalan. Bagi para Mommies yang ingin mengusahakan studi lanjutan, peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 atau S3 tetap terbuka lebar.
Bahkan, ada beberapa program beasiswa yang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga mendorong partisipasi perempuan dari kelompok rentan, seperti perempuan kepala keluarga atau perempuan dengan tanggung jawab pengasuhan.
Impian untuk kembali ke bangku kuliah bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Semoga kesempatan melanjutkan pendidikan terbuka lebar bagi Mommies dan Daddies.
BACA JUGA: Mau Kembali Bekerja Setelah Jadi Ibu Rumah Tangga? 7 Skill “Tak Terlihat” Ini Justru Dicari Perusahaan
Daftar Beasiswa S2 dan S3 untuk Perempuan, Ibu Rumah Tangga, dan Orang Tua Bekerja
Berikut daftar beasiswa luar negeri jenjang S2 dan S3 yang dapat dipertimbangkan oleh perempuan, ibu rumah tangga, maupun orang tua bekerja.
1. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
Pertama, tentu ada beasiswa LPDP yang bisa Mommies dan Daddies pertimbangkan. LPDP merupakan program pendanaan studi magister (S2) dan doktoral (S3) dari pemerintah Indonesia. Mommies dapat menerima Dana Tunjangan Keluarga untuk maksimal dua anggota keluarga. Namun, fasilitas ini dikhususkan bagi penerima beasiswa program doktoral (S3), dokter spesialis, atau dokter subspesialis.
Keuntungan:
- Dana Pendaftaran
- Tunjangan Buku
- Dana Bantuan Penelitian Tesis atau Disertasi
- Dana Bantuan Publikasi Jurnal Internasional
- Dana Transportasi
- Dana Hidup Bulanan
- Dana Tunjangan Keluarga
Instagram: @lpdp_ri
Situs web: lpdp.kemenkeu.go.id
2. Australia Awards di Indonesia (AAI)
Australia Awards in Indonesia (AAI) menyediakan program beasiswa yang mencakup studi S2, S3, LPDP–Australia Awards Scholarships, Split-Site Masters, serta berbagai program kursus singkat. AAI memberikan bantuan pendidikan secara penuh (didanai penuh).
Menariknya, berdasarkan informasi di situs resminya, AAI menerapkan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam program beasiswanya. Melalui pendekatan ini, AAI memberikan prioritas kepada perempuan dari kelompok rentan, seperti perempuan kepala keluarga, perempuan dengan tanggung jawab pengasuhan, perempuan penyandang disabilitas, perempuan dari daerah kurang berkembang, perempuan dari komunitas adat, dan kelompok perempuan lain yang menghadapi hambatan karena faktor gender maupun status sosial ekonomi.
Foto: Australia Awards Indonesia
Mengutip halaman AAIMommies bisa mengajak anak dan suami ke Australia. Mommies tidak perlu mengeluarkan biaya sekolah untuk anak. Untuk anak penerima beasiswa, biaya pendidikan sekolah digratiskan dan ditanggung oleh Pemerintah Negara Bagian.
Keuntungan:
- Biaya Hidup
- Tiket Pesawat Pulang-Pergi
- Biaya Pendidikan S2 atau S3
- Biaya Pemeriksaan Medis dan Rontgen Awal
- Perlindungan Kesehatan Pelajar Luar Negeri (OSHC)
- Pelatihan Prakeberangkatan
- Program Akademik Lanjutan
Instagram: @australiaawards
Situs web: australiaawardsindonesia.org
3. Beasiswa Asosiasi Wanita Universitas Amerika (AAUW).
Program International Fellowships dari AAUW merupakan beasiswa didanai penuh bagi perempuan internasional yang ingin melanjutkan studi pascasarjana, terutama di bidang STEM, di Amerika Serikat. Program ini telah mendukung pendidikan perempuan dari berbagai negara sejak tahun 1917.
Mommies berkesempatan mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar USD 20.000–50.000, tergantung jenjang pendidikan yang ditempuh.
Keuntungan:
- Dana Pendidikan USD 20.000 (sekitar Rp323 juta) untuk jenjang S2
- Dana Pendidikan USD 25.000 (sekitar Rp405 juta) untuk jenjang S3
Situs web: www.aauw.org
4. Beasiswa British Council untuk Wanita di bidang STEM
British Council Scholarships for Women in STEM merupakan program beasiswa yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Program ini menawarkan pendanaan penuh untuk studi magister (S2) selama satu tahun di berbagai universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Inggris. Cakupannya meliputi biaya kuliah, biaya hidup, tiket perjalanan, hingga biaya visa.
Untuk mendaftar, pelamar harus memiliki gelar sarjana di bidang STEM dan belum pernah menempuh pendidikan magister di Inggris.
Keuntungan:
- Beasiswa Penuh
- Akses ke Universitas Unggulan di Inggris
- Peluang Karier di Bidang STEM
- Jaringan Alumni Global
- Asuransi Kesehatan
- Visa
Situs web: www.britishcouncil.id
5. Beasiswa Perdamaian Internasional PEO (IPS)

Foto: Luar biasa
International Peace Scholarship (IPS) merupakan program beasiswa pascasarjana dari Philanthropic Educational Organization yang ditujukan bagi perempuan internasional yang ingin melanjutkan pendidikan magister maupun doktoral di Amerika Serikat atau Kanada.
Namun, beasiswa ini bersifat parsial sehingga tidak menanggung seluruh biaya pendidikan. Setiap penerima beasiswa berkesempatan memperoleh pendanaan hingga USD 12.500–25.000, tergantung jenjang pendidikan yang ditempuh.
Keuntungan:
- Dana Bantuan Pendidikan
- Dukungan Jaringan Global
- Pengembangan Karier
- Fleksibilitas Penggunaan Dana
Situs web: www.peointernational.org
6. Beasiswa Manaaki Selandia Baru
Manaaki New Zealand Scholarships merupakan salah satu beasiswa yang dikenal cukup ramah bagi penerima yang sudah berkeluarga. Program beasiswa penuh dari Pemerintah Selandia Baru ini mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, asuransi kesehatan, serta tiket perjalanan.
Jenjang pendidikan yang didukung meliputi S1, S2, dan S3. Selain memberikan pendanaan penuh, program ini juga menawarkan keuntungan bagi penerima yang telah berkeluarga.
Dikutip dari Immigration New Zealandpenerima Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT)-funded New Zealand Scholarship, termasuk Manaaki New Zealand Scholarships, dapat mengajukan visa kerja untuk pasangan dan visa pelajar untuk anak.
Keuntungan:
- Biaya Pendidikan
- Biaya Hidup
- Tiket Kembali
- Tunjangan Hidup
- Tunjangan Penelitian
- Asuransi Kesehatan
Situs web: www.nzscholarships.govt.nz
7. Beasiswa DAAD
Bagi yang bercita-cita melanjutkan studi ke Jerman, Mommies dan Daddies bisa mendaftar DAAD Scholarships. Salah satu keunggulan DAAD Scholarships bagi penerima yang telah berkeluarga adalah adanya berbagai bentuk dukungan keluarga.
Melansir laman AKTApenerima beasiswa berkesempatan menerima tunjangan untuk pasangan yang mendampingi, tunjangan anak, dan asuransi bagi tanggungan pada kondisi dan program tertentu. Misalnya, Mommies perlu mengikuti program pendanaan lebih dari 6 bulan untuk mendapatkan manfaat tersebut. Cocok untuk Mommies dan Daddies yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 di Jerman.
Keuntungan:
- Biaya Hidup Bulanan
- Tiket Kembali
- Asuransi Kesehatan, Kecelakaan, dan Tanggung Jawab Pribadi
- Biaya Kuliah
- Kursus Bahasa Jerman (tergantung program)
Instagram: daad_indonesia
Situs web: www.daad-indonesia.org
Pertanyaan Umum
Beasiswa apa yang mendukung peserta yang sudah berkeluarga?
Australia Awards, DAAD Scholarships, dan Manaaki New Zealand Scholarships termasuk program yang memberikan dukungan bagi penerima beasiswa yang telah berkeluarga.
Apakah ada beasiswa S3 khusus perempuan?
Ya. Program seperti AAUW International Fellowships dan British Council Scholarships for Women in STEM secara khusus mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi.
BACA JUGA: Gaji Nggak Naik? Ini 7 Cara Tetap Bahagia di Tempat Kerja Tanpa Harus Resign
Melanjutkan pendidikan mungkin terasa menantang, tetapi bukan berarti mustahil. Siapa tahu, salah satu beasiswa di atas bisa menjadi langkah awal bagi Mommies atau Daddies untuk mewujudkan impian yang sempat tertunda. Semangat!
Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo
Menutupi: Agung
[matched_content]
Pakar PBN
Jaringan Blog Pribadi (PBN) adalah kumpulan situs web yang dikendalikan oleh satu individu atau organisasi dan digunakan terutama untuk membangun tautan balik ke “situs uang” guna memengaruhi peringkatnya di mesin pencari seperti Google. Ide inti di balik PBN didasarkan pada pentingnya backlink dalam algoritma peringkat Google. Karena Google memandang tautan balik sebagai sinyal otoritas dan kepercayaan, beberapa pemilik situs web berupaya membuat sinyal ini secara artifisial melalui jaringan situs yang terkontrol. Dalam pengaturan PBN pada umumnya, pemilik memperoleh domain kedaluwarsa atau lama yang sudah memiliki otoritas, tautan balik, dan riwayat. Domain-domain ini dibangun kembali dengan konten baru dan dihosting secara terpisah, sering kali menggunakan alamat IP, penyedia hosting, tema, dan detail kepemilikan yang berbeda untuk membuatnya tampak tidak terkait. Dalam konten yang dipublikasikan di situs-situs ini, tautan ditempatkan secara strategis yang mengarah ke situs web utama yang ingin diberi peringkat lebih tinggi oleh pemiliknya. Dengan melakukan ini, pemilik mencoba meneruskan ekuitas tautan (juga dikenal sebagai “jus tautan”) dari situs PBN ke situs web target. Tujuan PBN adalah untuk memberikan kesan bahwa situs web target secara alami mendapatkan tautan dari berbagai sumber independen. Jika dilakukan secara efektif, hal ini dapat meningkatkan peringkat kata kunci untuk sementara, meningkatkan visibilitas organik, dan mengarahkan lebih banyak lalu lintas dari hasil pencarian.
