Categories Tak Berkategori

Rosa Rai Djalal: Ibu adalah Manajer Keuangan Keluarga, Karena Itu Harus Melek Finansial

Rosa Rai Djalal berbagi pandangannya tentang literasi finansial perempuan, pengelolaan keuangan keluarga, parenting, hingga cara membagi waktu antara karier dan keluarga.

Mengawali karier sebagai dokter gigi dan kemudian terjun ke dunia politik setelah menikah dengan Dino Patti Djalal, Rosa Rai Djalal benar-benar menunjukkan semangatnya untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi sesama perempuan. Perempuan berusia 41 tahun ini juga tidak takut mempelajari hal baru, salah satunya dengan menjadi Executive Producer dalam film garapan Rudi Soedjarwo berjudul Tetaplah bersamaku di 2016 lalu.

Simak obrolan Mommies Daily pada 2016 lalu dengan ibu dari Alexa Saraswati Djalal, Keanu Dwibuwana Djalal, dan Chloe Ramadhanya Djalal berikut ini.

Berani Berinvestasi di Dunia Film

Bisa dibilang dunia film adalah dunia yang baru untuk Mbak Rosa. Apa yang membuat Anda bersedia terlibat dalam sebuah film?

Bisa dibilang memang saya nekat melakukan hal ini. Namun, menurut saya, terkadang perempuan harus berani mengambil risiko. Awalnya saya memiliki dana yang biasanya saya investasikan di saham. Kebetulan saat itu saham sedang kurang bagus, jadi saya harus mengambil keputusan untuk menarik dana tersebut.

Tentu saja saya tidak menggunakan uang keluarga yang bisa mengganggu arus kas. Saya menggunakan uang pribadi. Sebelumnya saya juga berdiskusi dengan Rudi Soedjarwo mengenai prospeknya ke depan. Saya tidak mungkin berbisnis dengan orang yang tidak saya percaya. Dengan Rudi, Saya bisa mempercayainya.

Saya juga senang mempelajari hal baru. Jadi saya memutuskan untuk berinvestasi di bidang yang baru. Anggap saja saya sedang memperluas jenis investasi saya, hahaha.

rosa rai djalal

Pentingnya Perempuan Mandiri Secara Finansial

Berarti Mbak Rosa memang sudah memiliki kesadaran untuk mandiri secara finansial. Menurut Anda, seberapa penting perempuan harus mandiri secara finansial?

Apa pun status kita, entah ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga, kita harus ingat bahwa kita adalah manajer keuangan keluarga. Itu artinya kita harus melek finansial. Kita harus benar-benar memahami bagaimana cara mengelola uang.

Kita tidak pernah tahu sampai kapan suami bisa mencari nafkah. Sebagai istri, kita harus siap menghadapi segala situasi.

Sebagai perempuan, kita harus bisa mandiri dan salah satu caranya adalah dengan terus belajar. Belajar di sini tidak harus melalui pendidikan formal, tetapi bisa melalui media daring, situs web, maupun komunitas seperti Mommies Daily. Dengan bergabung dalam sebuah komunitas, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain.

Sudah bukan zamannya perempuan bergantung pada laki-laki. Menikah itu bukan akuisisi, menikah itu penggabungan. Kita membangun jaringan yang luar biasa bersama-sama.

Sekarang sangat mudah menghasilkan uang jika kita mau berusaha. Jika tidak memiliki waktu atau merasa belum punya kemampuan, maka kita harus belajar bagaimana mengelola uang. Cari tahu bagaimana mengatur keuangan keluarga dan keuangan pribadi, serta bagaimana cara berinvestasi.

Perempuan itu hebat. Bisa melakukan banyak hal asalkan mau belajar dan tidak mudah berpuas diri.

Namun, jangan lupa, sebagai ibu, kita adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak. Keluarga bisa kuat karena ada seorang ibu. Saya percaya perempuan adalah petarung yang tangguh.

BACA JUGA: 7 Side Hustle untuk Orang Tua yang Super Sibuk, Tetap Bisa Cuan

Wanita untuk Dunia dan Pemberdayaan Perempuan

Apakah pemikiran ini yang membuat Mbak Rosa kemudian terjun ke dalam Women for The World?

Sebenarnya ya.

Saat suami ditugaskan di luar negeri, saya banyak terlibat dalam berbagai organisasi internasional. Dari situ saya melihat bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan sangat signifikan. Sebuah negara bisa berkembang pesat jika perempuan dilibatkan.

Saya rasa sudah waktunya kita lebih memerhatikan suara perempuan dan keterlibatan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Women for The World sendiri bertujuan memberdayakan perempuan melalui empat pilar, yaitu ekonomi dan teknologi, politik, pendidikan, serta maternal healthcare.

Kalau kita lihat sekarang, ketika terjadi konflik, yang paling menderita dan menjadi korban terbesar adalah perempuan dan anak-anak. Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting.

Dan ini sangat mungkin dilakukan. Secara naluri, perempuan selalu ingin membantu orang lain. Banyak sekali suara perempuan yang menyerukan perubahan. Saat perempuan bersatu, kita bisa menciptakan perubahan besar. Women for The World sangat peduli terhadap pemberdayaan perempuan.

Foto: Instagram @rosaraidjalal

Cara Rosa Rai Djalal Menjaga Waktu berkualitas Keluarga

Dengan kesibukan seperti ini, bagaimana menciptakan quality time bersama anak dan pasangan?

Bersama anak-anak, yang pasti adalah saat sarapan pagi. Saya bangun pukul 05.00, sedangkan anak-anak berangkat sekolah pukul 06.30. Jadi antara pukul 05.00 hingga 06.30 adalah waktu berkualitas bersama mereka.

Kami mengulas pelajaran, sarapan bersama, dan mengobrol mengenai rencana hari itu.

Kemudian pada malam hari, saya biasanya sudah harus berada di rumah pukul 18.00 karena anak-anak tidur pukul 20.30. Jadi kami memiliki waktu sekitar dua setengah jam bersama.

Pada malam hari saya menemani anak-anak belajar, mengerjakan tugas sekolah, atau berlatih menghadapi ulangan. Kalau harus pulang terlambat, saya akan menjelaskan alasannya kepada anak-anak dan mereka bisa memahami.

Selain itu, Jumat hingga Minggu adalah waktu khusus untuk keluarga.

Bagi sang suami, Jumat malam adalah malam kencan kami. Saya juga menyiasati jadwal kerja Mas Dino yang sangat sibuk dengan makan siang bersama. Sekali dalam satu atau dua bulan, kami biasanya melakukan liburan akhir pekan.

Namun saya juga tetap meluangkan waktu untuk memiliki kegiatan sendiri, kegiatan yang membuat suami dan anak-anak merasa bangga terhadap saya.

Tantangan Membesarkan Anak di Era Digital

Apa tantangan terbesar dalam membesarkan anak?

Internet, media sosial, pergaulan, dan narkoba.

Cara saya menjaga anak-anak adalah dengan memperkuat pendidikan agama. Tidak sekadar ritual, tetapi juga harus tercermin dalam karakter.

Kedua, sebagai ibu kita juga harus melek teknologi.

Dan yang paling penting adalah komunikasi. Anak-anak sekarang sudah bukan zamannya lagi menerima komunikasi satu arah. Saya harus sabar menjelaskan sebanyak apa pun pertanyaan yang mereka ajukan.

Saya juga berusaha lentur sebagai orang tua. Tahu kapan harus menjadi orang tua, sahabat, kakak, dan peran lainnya dalam hidup mereka.

Selain itu, kita juga harus tahu bagaimana membangun kepercayaan anak kepada orang tua. Kepercayaan tidak bisa dibeli dan tidak bisa dipaksa.

Saya memiliki pertemuan “rahasia” dengan anak-anak seminggu sekali. Saya membiarkan mereka bercerita apa pun. Walaupun terkadang mengejutkan, saya harus tetap tenang dan terlihat santai.

Satu lagi yang saya hindari adalah memarahi anak atau merendahkan harga dirinya di depan banyak orang.

Sosok Dino Patti Djalal sebagai Ayah

Foto: Instagram @rosaraidjalal

Seperti apa sosok Pak Dino sebagai seorang ayah?

Mas Dino adalah salah satu sosok ayah terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Menurut anak-anak, Daddy itu menyenangkan, sedangkan Mommy lebih disiplin.

Anak-anak juga memiliki ikatan yang sangat kuat dengan ayahnya. Mas Dino selalu menekankan bahwa menjadi kaya bukanlah tujuan hidup. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berguna bagi banyak orang dan membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.

Tantangan Terbesar Perempuan Indonesia

Menurut Anda, apa tantangan terbesar perempuan di Indonesia?

Terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan dan pendidikan.

Saya tidak berbicara mengenai kota-kota besar, tetapi mengenai daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih. Ini menjadi tantangan bersama. Mari bekerja sama dan membantu mereka mengembangkan diri.

Namun, sebagai perempuan, kita juga harus tetap sadar bahwa kita adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anak.

BACA JUGA: Prioritas Finansial Orang Tua Baru, Apa yang Harus Didahulukan?

Seru sekali obrolan Mommies Daily dengan Rosa Rai Djalal, perempuan cantik sekaligus cerdas ini. Setuju, dong, bahwa ibu memang merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak?

[matched_content]

Pakar PBN

Jaringan Blog Pribadi (PBN) adalah kumpulan situs web yang dikendalikan oleh satu individu atau organisasi dan digunakan terutama untuk membangun tautan balik ke “situs uang” guna memengaruhi peringkatnya di mesin pencari seperti Google. Ide inti di balik PBN didasarkan pada pentingnya backlink dalam algoritma peringkat Google. Karena Google memandang tautan balik sebagai sinyal otoritas dan kepercayaan, beberapa pemilik situs web berupaya membuat sinyal ini secara artifisial melalui jaringan situs yang terkontrol. Dalam pengaturan PBN pada umumnya, pemilik memperoleh domain kedaluwarsa atau lama yang sudah memiliki otoritas, tautan balik, dan riwayat. Domain-domain ini dibangun kembali dengan konten baru dan dihosting secara terpisah, sering kali menggunakan alamat IP, penyedia hosting, tema, dan detail kepemilikan yang berbeda untuk membuatnya tampak tidak terkait. Dalam konten yang dipublikasikan di situs-situs ini, tautan ditempatkan secara strategis yang mengarah ke situs web utama yang ingin diberi peringkat lebih tinggi oleh pemiliknya. Dengan melakukan ini, pemilik mencoba meneruskan ekuitas tautan (juga dikenal sebagai “jus tautan”) dari situs PBN ke situs web target. Tujuan PBN adalah untuk memberikan kesan bahwa situs web target secara alami mendapatkan tautan dari berbagai sumber independen. Jika dilakukan secara efektif, hal ini dapat meningkatkan peringkat kata kunci untuk sementara, meningkatkan visibilitas organik, dan mengarahkan lebih banyak lalu lintas dari hasil pencarian.

Jasa Backlink

Unduh Kumpulan Anime

About The Author

More From Author