Categories Tak Berkategori

Setelah Libur Panjang, Anak Jadi Malas Sekolah? Ini Cara Mengatasinya

Wajar kalau anak merasa malas sekolah paska-libur panjang, kita yang dewasa saja sering merasa back to reality itu penuh tantangan. Tapi tenang, coba cara berikut untuk mengatasinya.

Nggak perlu langsung panik dan berpikir, kok, anakku malas sekolah, kenapa, ya? Apalagi kalau momennya memang setelah libur panjang. Begitu teringat kalau sebentar lagi masuk sekolah, mukanya langsung memenuhi! Coba, deh, kalau dipikir-pikir, kita yang orang dewasa saja sering merasa demikian. Nggak usah habis libur panjang, menghadapi hari Senin setiap minggunya saja seringkali rasanya sangat menantang. Saat kemudian kita menghadapi anak seperti tidak semangat kembali ke sekolah, coba siasati dengan cara berikut ini!

Validasi perasaan “malas”-nya

Sebagai orang dewasa, kita tentu sudah jauh lebih paham saat menghadapi realita: Ketika sudah di pengujung liburan, teringat akan rutinitas dan tanggung jawab yang perlu dihadapi lagi di hari esok. Namun, bedanya, anak-anak belum mampu mengelola emosi layaknya orang dewasa. Setiap perasaan yang muncul pada anak perlu kita gali, supaya kita juga jadi lebih paham, mungkin rasa malas tersebut hanya reaksi saat ia dengar kata-kata “sekolah”, padahal lagi enak-enaknya menikmati kebebasan di hari libur. Ibaratnya, istilah “sekolah” itu jadi semacam pengganggu pesta alias perusak suasana. Nggak perlu diingatkan juga sebetulnya mereka tahu, kok. Jadinya, reaksi yang timbul tersebut membuat kita berpikir anak malas sekolah.

Pelan-pelan mulai kembalikan rutinitas yang lebih mindful

Siapa, sih, yang nggak senang sama liburan? Bisa bebas bangun siang, nonton TV tiada batas, jalan-jalan ke sana ke mari, kumpul bareng saudara/teman, playdate, staycation, semua ini tentu menciptakan momen yang berkesan buat anak. Sementara, hari-hari sekolah itu lekat dengan bangun pagi, jadwal ketat, belajar, larangan untuk nonton TV, nggak bisa main sepuasnya, karena semua lebih dibatasi. Maka, saat anak seperti “dikagetkan” dengan kenyataan bahwa sebentar lagi ia harus kembali ke sekolah, kita bisa menghindari reaksi malasnya dengan cara mulai secara perlahan untuk kembali ke kegiatan yang lebih mindful. Batasi kegiatan di luar rumah, bangun lebih pagi lagi, sarapan, batasi screen time, tawarkan anak kegiatan yang mengasah konsentrasinya, seperti gambar-gambar, baca buku, bahkan ritual tidur siang. Dengan begini, anak akan pelan-pelan masuk lagi ke rutinitas hari sekolah, dan meninggalkan rutinitas hari liburnya. Lebih baik lagi bila anak tetap menjalani kegiatan non-akademik selama libur sekolah, supaya ia tetap ingat akan kegiatan yang ada jadwalnya sendiri.

Pupuk semangat lewat hal-hal yang menyenangkan di sekolah

Sebetulnya pasti banyak kegiatan di sekolah yang anak suka. Bertemu teman-teman dan guru, main di playground, bernyanyi, menari, kegiatan ekskul, dengerin cerita teman, guru, belajar hal yang baru setiap harinya, dan masih banyak lagi. Di sinilah pentingnya untuk sering-sering ngobrol sama anak saat ia pulang sekolah, supaya kita juga tahu hal-hal yang menjadi favoritnya selama di sekolah. Kita bisa lebih mudah mengingatkan anak, bahwa sebentar lagi ia akan bisa melakukan kegiatan seru itu lagi.

Baca juga: Ingin Dekat dengan Anak di Segala Usia? Ajak Ngobrol dengan 56 Pertanyaan Umum Ini

Seringkali kegiatan di rumah, justru tidak semenyenangkan di sekolah

Demi menyemangati anak, orang tua juga bisa memilah kegiatan yang hanya bisa anak lakukan di sekolah. Misalnya, anak bisa belajar sambil main air bareng teman dan gurunya, sementara di rumah, seringkali kegiatan ini tidak memungkinkan karena ruangannya lebih sempit dan bahan-bahannya tidak tersedia. Kalau di rumah, anak sehari-hari hanya akan bertemu Mama, Papa, Adik dan Kakak, tidak ada sahabatnya si A, B, dan C. Bisa juga kuatkan dengan kalimat, “Teman-teman kamu, si A, B, C, juga pasti sudah nggak sabar mau main bareng dan cerita soal liburannya”. “Mama yakin, Miss A juga pasti nggak sabar pingin dengerin pengalaman liburan murid-muridnya, deh!”

“Kenapa libur itu menyenangkan buatmu?”

Orang tua bisa men-tantangan anak lewat pembahasan tentang libur. Saat mendapat respon negatif dari anak ketika disinggung soal “kembali ke sekolah”, tanyakan “Kenapa nggak mau sekolah?”, dari sini anak pasti akan memberikan alasannya. Jangan lupa selipkan kalimat bahwa Anda mengerti perasaannya ini. “Iya, Ibu paham, bangun pagi-pagi itu sulit ya, Nak? Tapi kalau kamu sudah bangun, kamu pasti bakalan semangat, malah kadang sampai nggak mau tidur siang lagi, kan?” Pancing juga lewat pertanyaan tentang liburannya, “Kamu senang, ya, bisa jalan-jalan ke kebun binatang kemarin? Tapi coba bayangin kalau setiap hari kita ke sana, kamu bakal bosan, nggak, sih?” Kita juga bisa menjelaskan lewat kalimat sederhana, seperti, “Kamu, kan, suka es krim cokelat, ya? Bayangin kalau setiap hari kamu makan es krim cokelat, apa yang terjadi?”, anak mungkin akan menjawab “nanti batuk”, atau “bosan”. Sama halnya dengan kegiatan menyenangkan saat liburan, kalau setiap saat dilakukan, efeknya buat kita bukan hanya kebosanan, tapi sesuatu yang nggak baik, misalnya, kita jadi nggak pintar karena kebanyakan main, nggak sekolah artinya nggak belajar hal-hal baru.

“Kamu tahu, nggak, kenapa libur itu menyenangkan? Karena sebelum libur, kamu sekolah, kamu belajar, kamu ulangan, terus terima rapor, jadi ketika libur datang, rasanya lega dan menyenangkan sekali. Sekarang, kamu balik sekolah lagi dan nanti ketika libur datang lagi, kamu bakal senang lagi menyambutnya!”

Pastikan Mommies mengadaptasi kalimat ini ya, agar anak benar-benar paham maksudnya.

Gambar oleh Pik gratis

[matched_content]

Pakar PBN

Jaringan Blog Pribadi (PBN) adalah kumpulan situs web yang dikendalikan oleh satu individu atau organisasi dan digunakan terutama untuk membangun tautan balik ke “situs uang” guna memengaruhi peringkatnya di mesin pencari seperti Google. Ide inti di balik PBN didasarkan pada pentingnya backlink dalam algoritma peringkat Google. Karena Google memandang tautan balik sebagai sinyal otoritas dan kepercayaan, beberapa pemilik situs web berupaya membuat sinyal ini secara artifisial melalui jaringan situs yang terkontrol. Dalam pengaturan PBN pada umumnya, pemilik memperoleh domain kedaluwarsa atau lama yang sudah memiliki otoritas, tautan balik, dan riwayat. Domain-domain ini dibangun kembali dengan konten baru dan dihosting secara terpisah, sering kali menggunakan alamat IP, penyedia hosting, tema, dan detail kepemilikan yang berbeda untuk membuatnya tampak tidak terkait. Dalam konten yang dipublikasikan di situs-situs ini, tautan ditempatkan secara strategis yang mengarah ke situs web utama yang ingin diberi peringkat lebih tinggi oleh pemiliknya. Dengan melakukan ini, pemilik mencoba meneruskan ekuitas tautan (juga dikenal sebagai “jus tautan”) dari situs PBN ke situs web target. Tujuan PBN adalah untuk memberikan kesan bahwa situs web target secara alami mendapatkan tautan dari berbagai sumber independen. Jika dilakukan secara efektif, hal ini dapat meningkatkan peringkat kata kunci untuk sementara, meningkatkan visibilitas organik, dan mengarahkan lebih banyak lalu lintas dari hasil pencarian.

Jasa Backlink

Unduh Kumpulan Anime

About The Author

More From Author