Skincare remaja nggak harus 10 langkah. Kenali skincare yang wajib untuk remaja, mana yang opsional, dan produk yang sebenarnya belum diperlukan.
Anak mulai tertarik perawatan kulit karena melihat teman, TikTok, atau video bersiaplah bersamaku? Jangan heran kalau tiba-tiba mereka punya daftar produk yang ingin dibeli, mulai dari pembersih wajah, toner, serum, toner eksfoliasi, sampai retinol.
Padahal, skincare remaja sebenarnya nggak perlu serumit itu. American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan rutinitas yang sederhana dan sesuai usia, dengan fokus pada membersihkan wajah, menjaga kelembapan kulit, dan melindungi kulit dari sinar matahari.
Jadi, sebelum memenuhi rak kamar mandi dengan berbagai produk yang sedang viral, yuk kenali dulu Manakah skincare remaja yang mutlak wajib, mana yang hanya bersifat opsional, dan mana yang sebenarnya belum diperlukan.
BACA JUGA: 7 Basic Skincare untuk Remaja di Bawah Rp100 Ribu, Facial Wash hingga Suncreen
Perawatan Kulit Remaja yang Wajib Dimiliki

Foto: Luar biasa
Untuk remaja yang baru mulai merawat kulit, Mommies nggak perlu langsung membelikan banyak produk. Fokus dulu pada tiga hal utama: pembersih, pelembab, dan tabir surya.
1. Facial Wash atau Cleanser: Wajib
Membersihkan wajah merupakan salah satu dasar perawatan kulit remaja.
Pilih cuci muka yang lembut dan tidak membuat kulit terasa tertarik atau perih setelah digunakan. Remaja dengan kulit berminyak atau rawan jerawat juga tetap membutuhkan pembersih yang gentle, bukan produk yang membuat wajah terasa “kesat” karena terlalu banyak mengangkat minyak.
Klinik Mayo menyarankan penggunaan pembersih ringan dan menghindari kebiasaan mencuci atau menggosok wajah secara berlebihan karena hal tersebut dapat mengiritasi kulit dan memperburuk jerawat.
Untuk remaja yang aktif berolahraga, membersihkan wajah setelah aktivitas yang membuat banyak berkeringat juga bisa dilakukan.
Yang dicari: lembut, tidak abrasifdan sesuai kondisi kulit.
Yang nggak perlu: cuci muka dengan banyak bahan aktif hanya karena sedang viral.
2. Moisturizer: Wajib, Termasuk untuk Kulit Berminyak
Masih ada anggapan bahwa remaja dengan kulit berminyak atau berjerawat nggak membutuhkan pelembab. Padahal, kulit yang rawan jerawat masih perlu dijaga kelembapannya.
Pilih pelembab yang ringan dan diberi label non-komedogenik, bebas minyakatau tidak mudah menyumbat pori-pori. Jika kulit cenderung sensitif, produk tanpa pewangi juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko iritasi.
Pelembab juga bisa membantu ketika anak menggunakan perlakuan jerawat seperti benzoil peroksida, salisilat asamatau retinoid yang dapat membuat kulit kering dan iritasi.
Jadi, jangan sampai karena takut jerawatan, pelembab justru dihilangkan dari rutinitas.
3. Tabir surya: Wajib
Kalau anak sudah mulai punya rutinitas perawatan kulit, tabir surya sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas pagi.
AAD merekomendasikan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih sebagai bagian dari perlindungan terhadap sinar UV.
Bagi remaja yang sedang mengalami jerawat, tabir surya juga bisa membantu mencegah bekas kehitaman setelah jerawat menjadi semakin terlihat. Beberapa obat atau pengobatan jerawat juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari.
Pilih tabir surya yang terasa nyaman digunakan dan, terutama bagi kulit rawan jerawatpertimbangkan produk berlabel non-komedogenik.
BACA JUGA: 7 Rekomendasi Skincare untuk Remaja Acne-Prone, Bantu Kurangi Jerawat Secara Bertahap
Skincare Remaja yang Opsional: Perlu atau Nggak?
Nah, setelah tiga produk dasar di atas sudah aman dan konsisten digunakan, barulah Mommies bisa mempertimbangkan produk tambahan.
Tapi kuncinya adalah “dibutuhkan”, bukan “karena sedang viral.”
4. Acne Treatment: Perlu Kalau Anak Memang Berjerawat
Kalau anak mulai mengalami komedo atau jerawat, produk dengan bahan aktif tertentu memang dapat membantu. Beberapa bahan yang umum digunakan untuk jerawat antara lain asam salisilat, benzoil peroksida, dan retinoid seperti adapalene.
Namun, bukan berarti semua bahan aktif tersebut harus digunakan sekaligus.
Asam salisilat membantu membuka pori-pori yang tersumbat, untuk sementara benzoil peroksida bekerja antara lain dengan mengurangi bakteri penyebab jerawat. Adapalena merupakan retinoid yang membantu mencegah pori tersumbat dan digunakan dalam pengobatan jerawat.
Karena bahan aktif dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi pada sebagian orang, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan petunjuk penggunaan.
Kalau jerawat semakin berat, terasa sakit dan dalam, meninggalkan bekas, atau tidak membaik setelah perawatan yang konsisten, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.
5. Serum: Bisa, Tapi Tidak Perlu
Serum sering terlihat seperti produk wajib dalam berbagai rutinitas skincare di media sosial. Padahal, remaja nggak otomatis membutuhkan serum.
Kalau kulit anak baik-baik saja dan kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi dengan pembersih, pelembabdan tabir suryaSebenarnya nggak ada kewajiban menambahkan serum.
Serum baru lebih masuk akal jika ada kebutuhan kulit tertentu dan kandungannya memang sesuai. Misalnya, jika anak memiliki concern jerawatproduk dengan bahan yang memang ditujukan untuk acne bisa dipertimbangkan.
Yang penting, jangan menambahkan serum hanya karena ingin punya rutinitas skincare yang terlihat lengkap.
6. Toner: Opsional
toner juga bukan merupakan produk wajib dalam perawatan kulit remaja.
Kalau anak merasa nyaman menggunakan toner yang menghidrasisebenarnya bisa asalkan produknya lembut dan tidak membuat kulit iritasi. Namun, toner bukan pengganti pelembab dan tidak harus ada agar rutinitas perawatan kulit dianggap lengkap.
Terutama untuk remaja dengan kulit sensitif atau mudah berjerawat, semakin sedikit produk yang tidak diperlukan justru bisa membuat rutinitas lebih mudah dijalankan.
BACA JUGA: 7 Kesalahan Skincare Remaja yang Bisa Bikin Jerawat Makin Parah
Perawatan Kulit Remaja Yang Sebenarnya Tidak Diperlukan

Foto: Luar biasa
Di sinilah para Ibu mungkin perlu sedikit menahan diri ketika anak menanyakan produk yang sedang populer di media sosial.
AAD mengingatkan bahwa tweens dan teens sebaiknya fokus pada produk yang sesuai usia. Produk dengan bahan aktif seperti retinolvitamin C, dan asam pengelupas yang ditujukan untuk kekhawatiran seperti kerutan, matahari kerusakanatau tidak rata kulit nada umumnya belum diperlukan untuk kulit yang masih muda dan dapat meningkatkan risiko iritasi. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter kulit dapat merekomendasikan bahan aktif tertentu untuk mengatasi masalah seperti jerawat.
Jadi, permasalahannya bukan sekedar itu saja “Apakah bahan ini bisa digunakan oleh remaja atau tidak?”tetapi apakah anak memang membutuhkannya.
7. Retinol untuk Anti-Aging: Belum Perlu
Kalau anak remaja meminta retinol karena melihat influencer menggunakannya, Mommies nggak perlu panik, tapi juga nggak harus langsung membelinya.
Retinoid tertentu memang digunakan dalam pengobatan jerawat dan dapat direkomendasikan untuk remaja dengan kondisi tertentu. Namun, retinol untuk tujuan anti penuaan bukan kebutuhan skincare remaja.
Masalah seperti kerutan dan tanda-tanda penuaan bukanlah perhatian utama kulit remaja. Jadi, gunakanlah produk tersebut anti penuaan tanpa kebutuhan yang jelas justru berpotensi membuat rutinitas menjadi lebih rumit dan meningkatkan risiko iritasi.
Kalau anak memang membutuhkan retinoid untuk jerawatsebaiknya gunakan berdasarkan kebutuhan kulit dan arahan tenaga kesehatan.
8. Exfoliating Toner atau Acid: Nggak Wajib
AHA, BHA, dan berbagai asam pengelupas sering muncul dalam konten perawatan kulit. Namun, bukan berarti semua remaja perlu menggunakannya.
Eksfoliasi yang terlalu agresif dapat menyebabkan kulit merah, kering, dan iritasi. AAD juga mengingatkan bahwa penggunaan exfoliating products perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan dapat memperburuk iritasi jika dilakukan secara berlebihan.
Bahkan, jika anak sudah menggunakan produk acne tertentu, menambahkan pengelupasan kulit asam tanpa perhitungan bisa membuat kulit semakin kering atau iritasi.
Jika anak memang membutuhkan bahan pengelupasan kulit untuk masalah kulit tertentu, penggunaannya sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak asal menambahkan beberapa produk sekaligus.
9. Scrub Wajah: Nggak Perlu
Kulit remaja bukan berarti harus sering “dibersihkan sampai kesat”.
Scrub wajah yang kasar justru dapat mengiritasi kulit, terutama jika anak sudah mengalami jerawat atau menggunakan produk acne treatment. Mayo Clinic juga menyarankan menghindari scrub wajah dan produk lain yang dapat mengiritasi kulit acne-prone.
Jadi, kalau anak meminta scrub karena merasa ada komedo atau kulit kusam, jelaskan bahwa menggosok wajah lebih keras bukan berarti pori-pori akan menjadi lebih bersih.
10. Eye Cream, Sleeping Mask, dan Produk Tambahan Lainnya: Belum Dibutuhkan
Krim mata, masker tidur, esensi, minyak wajah, dan berbagai produk tambahan lainnya bukan otomatis produk yang “dilarang” untuk remaja.
Namun, produk-produk tersebut juga bukan kebutuhan dasar yang harus ada dalam rutinitas skincare mereka.
Kalau kulit anak tidak memiliki masalah tertentu yang ingin ditangani, nggak perlu menambah produk hanya supaya rutinitas terlihat lebih lengkap.
BACA JUGA: Sunscreen Untuk Remaja Rentan Berjerawat atau Acne-Prone
Jadi, Berapa Banyak Skincare yang Sebenarnya Dibutuhkan Remaja?
Kalau anak baru mulai skincare, Mommies bisa memulai dari rutinitas sesederhana ini:
Pagi:
- Pembersih yang lembut
- Pelembab
- Tabir surya
Malam:
- Pembersih yang lembut
- Pelembab
Kalau anak mengalami acne, produk treatment dapat ditambahkan sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaannya.
Jadi, nggak perlu langsung 7 atau 10 langkah perawatan kulit. AAD menekankan bahwa konsistensi lebih penting daripada rutinitas yang panjang, dan produk baru sebaiknya diperkenalkan satu per satu agar lebih mudah melihat apakah kulit dapat mentoleransinya.
Bagaimana Kalau Anak Sudah Terlanjur Punya Banyak Perawatan Kulit?
Nggak perlu langsung membuang semuanya.
Mommies bisa mengajak anak melihat kembali produk yang mereka punya. Mana yang memang digunakan untuk kebutuhan kulit tertentu, mana yang sebenarnya hanya dibeli karena sedang viral, dan mana yang justru membuat kulit terasa perih, kering, atau semakin bermasalah.
Kalau kulit anak sedang baik-baik saja, sederhanakan kembali rutinitasnya. Fokus pada cleanser, moisturizer, dan sunscreen terlebih dahulu.
Kalau ada produk acne treatment yang memang dibutuhkan, masukkan secara bertahap dan perhatikan respons kulit.
Yang juga penting, jangan membuat anak merasa salah hanya karena tertarik dengan skincare. Ketertarikan tersebut justru bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan bahwa merawat diri bukan berarti harus mengikuti semua tren yang muncul di media sosial.
Kapan Remaja Perlu Konsultasi ke Dokter Kulit?

Foto: Luar biasa
Kalau masalah kulit anak hanya berupa kulit sedikit berminyak atau beberapa komedo, perawatan kulit dasar bisa menjadi langkah awal.
Namun, konsultasi dengan dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan jika jerawat semakin parah, terasa sakit atau dalam, meninggalkan bekas atau jaringan parut, atau tidak membaik meski sudah menggunakan perawatan yang sesuai secara konsisten.
Begitu juga jika kulit anak mengalami reaksi seperti kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau iritasi setelah menggunakan produk baru dan keluhannya tidak kunjung membaik.
FAQ Skincare Remaja
Perawatan Kulit Apa yang wajib bagi remaja?
Tiga produk dasar yang bisa menjadi fondasi perawatan kulit remaja adalah pembersih lembut, pelembab, dan tabir surya. Produk tambahan dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan kulit.
Bolehkah remaja menggunakan serum?
Ya, tapi serumnya tidak perawatan kulit wajib untuk remaja. Jika kulit tidak memiliki masalah tertentu yang perlu ditangani, perawatan kulit dasar yang konsisten sudah cukup menjadi fondasi.
Haruskah remaja menggunakan retinol?
Retinol untuk tujuan anti penuaan umumnya belum diperlukan oleh remaja. Namun, retinoid tertentu seperti adapalene dapat digunakan untuk mengatasi jerawat pada remaja sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan.
Apakah remaja dengan kulit berminyak masih diperlukan pelembab?
Iya. Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembab. Pilih pelembab yang ringan dan non-komedogenik agar lebih sesuai untuk kulit yang mudah berjerawat.
Apa yang remaja butuhkan pengelupasan kulit toner?
Tidak selalu. Eksfoliasi toner bukan produk wajib dan penggunaannya terlalu sering dapat menyebabkan iritasi. Jika memang dibutuhkan untuk kondisi kulit tertentu, gunakan secara hati-hati dan sesuaikan dengan kondisi kulit.
Apakah skincare remaja harus mahal?
Nggak. Harga bukan satu-satunya penentu apakah sebuah produk cocok untuk kulit remaja. Yang lebih penting adalah produk tersebut sesuai kebutuhan kulit, lembutdan digunakan secara konsisten.
BACA JUGA: 7 Skincare yang Bisa Dipakai Anak dan Orang Tua, Aman dan Nggak Perlu Banyak Produk!
Skincare Remaja Nggak Harus Banyak
Di tengah tren skincare yang membuat seolah-olah setiap masalah kulit membutuhkan satu produk khusus, Mommies mungkin perlu mengingatkan anak bahwa lebih banyak bukan berarti lebih baik.
Remaja nggak harus punya serum, toner, asam eksfoliasi, retinol, krim mata, masker tidur, dan sederet produk lainnya hanya supaya dianggap sudah melakukan skincare. Mulai dari pembersih, pelembabdan tabir suryalalu tambahkan produk lain kalau memang ada kebutuhan kulit yang jelas.
Dan kalau anak meminta produk viral karena melihatnya di TikTok, mungkin ini justru kesempatan yang bagus untuk ngobrol: “Kamu sebenarnya butuh produk ini, atau cuma penasaran karena semua orang sedang pakai?”
Pada akhirnya, perawatan kulit juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak sesuatu yang lebih penting: merawat diri bukan tentang mengikuti semua tren, tetapi belajar mengenali kebutuhan tubuh dan membuat pilihan yang tepat untuk diri sendiri.
Sampul: Pexels
[matched_content]
Pakar PBN
Jaringan Blog Pribadi (PBN) adalah kumpulan situs web yang dikendalikan oleh satu individu atau organisasi dan digunakan terutama untuk membangun tautan balik ke “situs uang” guna memengaruhi peringkatnya di mesin pencari seperti Google. Ide inti di balik PBN didasarkan pada pentingnya backlink dalam algoritma peringkat Google. Karena Google memandang tautan balik sebagai sinyal otoritas dan kepercayaan, beberapa pemilik situs web berupaya membuat sinyal ini secara artifisial melalui jaringan situs yang terkontrol. Dalam pengaturan PBN pada umumnya, pemilik memperoleh domain kedaluwarsa atau lama yang sudah memiliki otoritas, tautan balik, dan riwayat. Domain-domain ini dibangun kembali dengan konten baru dan dihosting secara terpisah, sering kali menggunakan alamat IP, penyedia hosting, tema, dan detail kepemilikan yang berbeda untuk membuatnya tampak tidak terkait. Dalam konten yang dipublikasikan di situs-situs ini, tautan ditempatkan secara strategis yang mengarah ke situs web utama yang ingin diberi peringkat lebih tinggi oleh pemiliknya. Dengan melakukan ini, pemilik mencoba meneruskan ekuitas tautan (juga dikenal sebagai “jus tautan”) dari situs PBN ke situs web target. Tujuan PBN adalah untuk memberikan kesan bahwa situs web target secara alami mendapatkan tautan dari berbagai sumber independen. Jika dilakukan secara efektif, hal ini dapat meningkatkan peringkat kata kunci untuk sementara, meningkatkan visibilitas organik, dan mengarahkan lebih banyak lalu lintas dari hasil pencarian.